Tuesday, May 15, 2012

SEGALA PUJI BAGI ALLAH YANG TELAH MELEBIHKANKU...

“Nak Mas pernah dengar cerita Abu Ibrahim yang mendapat sebuah pelajaran dari seseorang yang ditemuinya disebuah gubuk tua...” Tanya Ki Bijak pada Maula.

“Belum Ki.., kalau Aki berkenan, ana mau mendengarnya ki....” Kata Maula.

“Abu Ibrahim bercerita bahwa suatu ketika ia berjalan-jalan dipadang pasir, hingga akhirnya ia tersesat dan tidak menemukan jalan pulang...; Ki Bijak mengawali ceritanya.

Maula diam, mendengarkan dengan seksama dan menanti kelanjutan cerita gurunya;

“Disana ia menemukan sebuah kemah tua..., lama ia memperhatikan kemah lusuh tersebut, dan ternyata didalamnya terdapat seorang tua yang tengah duduk diatas tanah dengan sangat tenang...”

“Abu Ibrahim mendekat dan memperhatikan si kakek tua tadi, dan ternyata kedua tangan orang ini kutung..., ia hidup sendiri ditenda tersebut, tidak ada sanak saudara...., namun yang menarik perhatiannya Abu Ibrahim adalah bibir kakek tua itu yang selalu bergerak-gerak seperti tengah melantunkan dzikir....”

“Dengan rasa penasaran, Abu Ibrahim makin mendekat untuk mendengarkan ucapakan kakek tadi, ternyata sang kakek tengah mengulang-ngulang pujian terhadap Allah....”

“Alhamdulillahi ladzi fadhalnaa ‘ala katsirii mimman kholaq tafdhilan.....; Alhamdulillahi ladzi fadhalnaa ‘ala katsirii mimman kholaq tafdhilan...”

“Segala puji bagi Allah yang melebihkanku diatas kebanyakan manusia......., Segala puji bagi Allah yang melebihkanku diatas kebanyakan manusia...”

“Abu Ibrahim terheran-heran mendengar ucapan si kakek tua, keadaannya sekarang ini secara lahiriah tidak bisa dibilang baik, apalagi memiliki kelebihan seperti yang diucapkannya, bahkan setelah Abu Ibrahim mendekat, bukan hanya hanya tangannya yang buntung, tapi kedua mata si kakek juga ternyata buta,dan dia tidak memiliki apa-apa didalam kemahnya tersebut...”

“Abu Ibrahim semakin penasaran, kemudian ia mencari adakah anak atau istri si kakek tinggal disana dan mengurusinya, dan ternyata anak dan istrinya pun tidak ada disana...., Abu Ibrahim kemudian beranjak mendekat, hingga si kakek merasakan kehadirannya disana....”

“Si Kakek bertanya demi merasakan ada orang lain didekatnya, ‘siapa? Siapa? Tanya Si kakek pada Abu Ibrahim yang tidak dapat dilihatnya....”

“Abu Ibrahim menjawab, ‘Assalamu’alaikum..,aku seorang yang tersesat dan kemudian menemukan kemah ini, lalu anda sendiri siapa...’dan balik menanyakan siapa kakek tersebut...”

“Abu Ibrahim bertanya,’Anda ini siapa, mengapa anda tinggal seorang diri ditempat ini?, Dimana istrimu, anakmu dan kerabatmu..., Tanya Abu Ibrahim.....”

“Si kakek menjawab,’Aku seorang yang sakit,semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggal.., jawab si kakek...”

“Abu Ibrahim diam, ia merasa heran mendengar jawaban sikakek, sikakek yang hidup tanpa anak,tanpa istri,tanpa lengan,dengan mata yang buta, dan tidak punya apa-apa didalam tendanya, tapi yang keluar dari mulutnya justru pujian terhadap Allah, hingga Abu Ibrahim kemudian berkata pada si kakek,” Tadi Aku mendengar engkau mengulang-ngulang perkataan,’ Segala puji bagi Allah yang melebihkanku diatas kebanyakan manusia.......”

Demi Allah,kelebihan apa yang Allah berikan kepadamu, sedangkan engkau buta,engkau fakir, dan kedua tanganmu buntung,dan engkau tinggal sebatangkara...? Tanya Abu Ibrahim penuh heran..”

“Aku akan menceritakannya padamu, tapi aku punya satu permintaan kepadamu, maukah engkau mengabulkannya untukku...” Jawab Si kakek tua.

“Abu Ibrahim tidak serta merta mengiyakan permintaan sikakek, ia justru meminta sikakek menjawab pertanyannya dulu,karena sangat penasaran dengan apa yang dialami sikakek, ‘Jawab pertanyaanku dulu, baru aku akan mengabulkan permintaanmu...;kata Abu Ibrahim.

“Engkau telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Allah atasku, akan tetapi segala puji bagi Allah yang melebihkanku atas kebanyakan manusia...,bukankah Allah member akal sehat, yang dengannya aku bisa memahami dan berfikir....” Kata sikakek.

“Betul....” Jawab Abu Ibrahim.

“Berapa banyak orang yang gila...?Tanya Sikakek.

“Banyak juga...” Jawab Abu Ibrahim

“Maka segala puji bagi Allah yang melebihkanku diatas banyak manusia...” Jawab Sikakek.
Degh.....Maula tertegun demi mendengar jawaban sikakek, diantara sekian banyak kekurangan yang dimilikinya, ternyata si kakek menemukan kelebihan atas akal sehat yang Allah berikan kepadanya diantara banyak manusia yang justru akalnya sakit dan bahkan gila...

“Masya Allah....., indah sekali ya ki...” Kata Maula.

“Ya Nak Mas....” Kata Ki Bijak, kemudian meneruskan ceritanya.

Kemudian kakek tadi melanjutkan jawabannya kenapa ia senantiasa memuji Allah ditengah berbagai ‘kekurangannya...

“Bukankah Allah memberiku pendengaran, yang dengannya aku bisa mendengar adzan,memahami ucapan, dan mengetahui apa yang terjadi disekelilingku....,kata sikakek

“Iya..,benar..”Jawab Abu Ibrahim

“Maka segala puji bagi Allah yang telah melebihkanku diatas kebanyakan manusia, betapa banyak orang tuli yang tidak mendengar...?” Kata Si kakek lagi.

“Banyak juga...” Jawab Abu Ibrahim

“Maka segala puji bagi Allah yang telah melebihkanku diatas kebanyakan manusia.....” Jawab Si kakek.

Maula kembali terdiam seribu bahasa, betapa indah jawaban sikakek, dia tidak meratapi kekurangannya, tapi justru memuji Allah yang telah memberinya pendengaran, yang dengannya ia mendengar adzanm, yang dengan pendengaran itu ia bisa memahami ucapan orang lain dan mengenali apa yang terjadi disekilingnya...,

Sementara disisi lain, orang yang sempurna fisiknya, sempurna pendengarannya,justru acuh tak acuh ketika adzan berkumandang,ia lebih tertarik dengan pekerjaan dan kesibukannya dibanding mendengar adzan dan segera memenuhi seruan Allah., betapa banyak orang yang shalatnya diakhir waktu, padahal kumandang adzan sudah sedemikian nyaring terdengar...?

Sementara disisi lain, ada banyak orang yang sempurna fisiknya, baik pendengarnnya, tapi tidak mampu memahami ucapan orang lain karena keangkuhan telah menyumbat telinganya..?

Sementara disisi lain, banyak orang yang sempurna pendengarannya, tapi tidak mampu mendengar keprihatinan dan jerit tangis kelaparan orang-orang disekitarnya....???

Tidak ada yang bisa Maula ucapkan selain menarik nafas dalam-dalam, ia mencoba menyelami jiwanya, adakah ini juga terjadi pada dirinya, yang acuk ketika adzan berkumandang, yang tak hirau dengan ucapan orang lain dan tak peka terhadap lingkungan disekitarnya...?

Ki Bijak membiarkan Maula menyelam dalam jiwanya, sejenak kemudian ia kembali menuturkan cerita penuh hikmah ini;

“Bukankah Allah memberiku lisan yang dengannya aku bisa berdzikir dan menjelaskan keinginanku?” Tanya si kakek.

“Iya benar....” Jawab Abu Ibrahim

“Lantas berapa banyak orang yang bisu tidak bisa berbicara..?Tanya si kakek lagi.

“waah banyak itu...” Jawab Abu Ibrahim.

“Maka segala puji bagi Allah yang melebihkan aku diatas banyak orang itu....” Kata sikakek lagi.

Benar.....,benar sekali jawaban sikakek, betapa banyak orang yang lisannya tidak bisa berdzikir menyebut nama Allah, betapa banyak orang yang lisannya tidak mengucap syukur atas semua karunia Allah, betapa banyak orang yang lisannya tidak bisa melafadzkan ayat-ayat Allah, maka benarlah sikakek mengucap syukur dan memuji Allah karena telah diberi lisan yang senantiasa memujiNya....!!

“Bukankah Allah telah menjadikanku seorang muslim yang menyembahNya, mengharap pahalanya dan bersabar atas apa yang menimpaku...?” Kata sikakek.

“Iya Benar...” Jawab Abu Ibrahim.

“Padahal betapa banyak orang yang menyembah berhala, menyembah salib dan sebagainya dan mereka juga sakit, mereka merugi dunia akhirat...” Kata Si kakek.

“Banyak sekali...” Jawab Abu Ibrahim

“Maka segala puji bagi Allah yang melebihkan aku diatas banyak orang itu....” Kata sikakek lagi.

Pak tua terus menyebut ‘kenikmatan Allah atas dirinya satu persatu..,dan Abu Ibrahim semakin takjub dengan kekuatan iman sikakek, ia begitu mantap keyakinannya, dan begitu rela terhadap pemberian Allah...

Sementara betapa banyak pesakitan selain sikakek, yang musibahnya tidak sampai seperempat dari musibah si kakek...,ada yang lumpuh, ada yang kehilangan penglihatan dan pendengaran, ada juga yang kehilangan organ tubuhnya, tapi bila dibanding dengan sikakek, mereka tergolong ‘sehat’ dan lebih baik kondisinya, pun demikian mereka meronta-ronta, mengeluh,menangis,bahkan kerap menyalahkan Allah..., mereka amat tidak sabar dan sangat tipis keimanannya terhadap balasan Allah atas musibah yang menimpa mereka, padahal pahala tersebut sedemikian besar...;

Abu Ibrahim makin tenggelam dan fikirannya, hingga akhirnya lamuannya terputus saat pak tua itu berkata kepadanya;

“Bolehkah kusebutkan permintaanku sekarang.., maukah kamu mengabulkannya...? Kata si kakek.

“Iya...apa permintaanmu...” Jawab Abu Ibrahim

Maka sikakek menundukan kepalanya sejenak dan kemudian berkata sambil menahan tangis;”Tidak ada lagi yang tersisa dari keluargaku melainkan seorang bocah berumur 14 tahun...,dialah yang memberiku makan dan minum, serta mewudhukan aku dan mengurusi segala keperluanku..,sejak tadi malam ia keluar mencari makanan untukku dan hingga kini belum kembali...” Kata Si kakek

“Aku tidak tahu apakah dia masih hidup dan diharapkan kepulangannya, ataukah dia telah tiada dan kulupakan saja...,dan kamu tahu sendiri keadaanku yang tua renta dan buta, yang tidak bisa mencarinya....” Kata sikakek lagi.

Abu Ibrahim kemudian menanyakan cirri-ciri sianak tadi, dan setelah mendapat jawaban dari sikakek, ia berjanji untuk mencarikan bocah itu untuk sikakek.

Abu Ibrahim kemudian meninggalkan sikakek untuk mencari bocah tadi,ia sendiri tidak tahu kearah mana harus mencarinya...

Namun tatkala Abu Ibrahim berjalan dan bertanya-tanya kepada orang-orang disekitar tentang sianak tadi, ia kemudian melihat sebuah bukit dan sekawanan burung gagak yang sedang mengerumuni sesuatu...

Abu Ibrahim kemudian mendaki bukit tersebut untuk melihat apa yang terjadi disana, ketika sampai disana, ternyata gagak itu tengah mengerumuni jasah bocah yang telah tewas dengan tubuh terpotong-potong, rupanya seekor srigala telah menerkamnya dan memakan sebagian tubuh sibocah tadi dan meninggalkan sisanya untuk kawanan gagak...
Abu Ibrahim sangat sedih memikirkan nasib kakek tua daripada nasib sianak, ia pun turun dari bukit dengan langkah kaki yang berat karena kesedihan yang mendalam...;

Hatinya bergemuruh, haruskah ku tinggalkan kakek tua menghadapi nasibnya sendirian atau ia kembali kemahnya untuk mengabarkan kematian sibocah yang biasa mengurusinya...;

Abu Ibrahim akhirnya berjalan menuju kemah sikakek..dengan kebingungan apa yang harus ia katakan pada sikakek..

Akhirnya terlintaslah kisah tentang Nabi Ayyub as dibenaknya, maka Abu Ibrahim segera menemui sikakek dikemahnya, dan ketika sampai, si kakek duluan yang bertanya kepadanya tentang nasib sibocah.

Abu Ibrahim tidak  buru-buru menjawab pertanyaan sikakek, melainkan ia mengajukan pertanyaan terlebih dahulu; ‘jawablah....siapa yang lebih dicintai Allah, engkau atau Ayyub as...’ Tanya Abu Ibrahim pada sikakek.

Sikakek menjawab; “tentu nabi Ayyub as..”

“Lantas siapakah diantara kalian yang ujiannya lebih berat, engkau atau nabi ayyub as..”Tanya Abu Ibrahim lagi.

“Tentu nabi Ayyub as...” Jawab sikakek.

“Kalau begitu, berharaplah pahala dari Allah karena aku mendapati anakmu telah tewas dilereng gunung..,ia diterkan srigala dan dikoyak-koyak tubuhnya....” kata Abu Ibrahim.

Maka sikakek pun tersedak-sedak seraya berkata “Laa ilaha ilallah...” dan Abu Ibrahim berusaha meringankan bebannya dan berusaha menyabarkannya...., namun sedakannya semakin keras hingga Abu Ibrahim mulai menalqinkan kalimat syahadat kepadanya hingga akhirnya sikakek meninggal dihadapannya.

Abu Ibrahim mencari orang untuk membantu mengurusi jenazah sikakek, sehingga kemudian ia menemukan musafir yang bersedia membantunya mengurusi jenazah sikakek..’

“Dan ketika musafir-musafir itu menyingkap penutup wajah jenazah sikakek, mereka tiba-tiba saling berteriak ‘Abu Qilabah...Abu Qilabah....!!

Ternyata Abu Qilabah adalah seorang ulama mereka,akan tetapi berbagai musibah datang silih berganti menimpanya, hingga kemudian sikakek yang ternyata Abu Qilabah pergi menyendiri ditengah padang pasir ini...

Selesai penguburan jenazah, malamnya Abu Ibrahim bermimpi bertemu dengan Abu Qilabah dengan penampilan yang indah, ia mengenakan gamis putih dengan badan yang sempurna..,ia berjalan-jalan ditanah hijau, dan Abu Ibrahim bertanya kepadanya’

“Hai Abu Qilabah...apa yang menjadikanmu seperti kulihat ini...” Tanya Abu Ibrahim

“Abu Qilabah menjawab “Allah telah memasukanku kedalam jannahnya dan dikatakan kepadaku;
íN»n=y /ä3øn=tæ $yJÎ/ ÷Län÷Žy9|¹ 4 zN÷èÏYsù Ót<ø)ãã Í#¤$!$# ÇËÍÈ
24.  (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum"[772]. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
[772]  artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu

Maula tidak berkomentar apapun setelah mendengar cerita dari gurunya, ia lebih tertarik untuk menyelami relung hatinya yang terdalam dan bercermin dari cerita tersebut...., ia berharap semoga kesempurnaan dan nikmat yang ia terima selama ini, dapat ia syukuri, dapat ia gunakan sebaik-baiknya untuk mempersebahkan pengabdian terbaik untuk Allah swt.

Wassalam

10 May 2012.

Monday, May 7, 2012

INDAHNYA TAHAJUD

Shalat sunnah tahajud adalah salah satu amaliah sunnah yang redaksi perintahnya terdapat didalam al qur’an Mas…”

“Kalau biasanya yang menjadi rujukan amaliah sunnah itu dari tindakan, ucapan dan diamnya Nabi, maka Tahajud ini memiliki keistimewaan tersendiri, karena ‘perintah’ tahajud langsung didalam al qur’an….” Kata Ki Bijak sambil membacakan ayatnya yang terdapat pada surat Al Isra’:79;

z`ÏBur È@ø©9$# ô¤fygtFsù ¾ÏmÎ/ \'s#Ïù$tR y7©9 #Ó|¤tã br& y7sWyèö7tƒ y7/u $YB$s)tB #YŠqßJøt¤C ÇÐÒÈ
79.  Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.



Maula menghela nafas panjang dan segera mengamati ayat yang dibacakan gurunya; “Benar Ki….,hanya sedikit amaliah sunnah yang perintahnya secara langsung tercantum al qur’an, mungkin hanya tahajud, infaq dan sedekah, umroh dan berqur’ban pada hari raya idul adha…..” Kata Maula.

“Makanya wajar jika kemudian banyak ulama mencoba menggali berbagai’keistimewaan’ dari shalat tahajud ini….”

“Pendekatan mereka pun beragam, ada yang berdasarkan nash-nash hadits yang berkenaan dengan keistimewaan tahajud ini, atau ada juga berdasarkan pengalaman dan testimony ulama-ulama terdahulu, bahkan tidak jarang mereka yang ‘menemukan keistimewaan’ tahajud ini dari pengalamannya sendiri, setelah secara istiqomah menjalankan sunnah istimewa ini….” Kata Ki Bijak.

“Dari berbagai hadits, ada banyak keistimewaan yang secara jelas diungkapkan oleh baginda Rasul, diantaranya adalah bahwa baginda Rasul bersabda;

 "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari per buatan dosa, penghapus kesalah an, dan pencegah segala penyakit dari tubuh…” Aki khilaf siapa perawi hadits ini, nanti coba Nak Mas cari siapa perawinya agar lebih mantap tahajudnya…” Kata Ki Bijak mengutip salah satu hadits mengenai keutamaan tahajud.

“Saat-saat keheningan malam, disaat kebanyakan manusia tertidur lelap, saat-saat itu saat terindah untuk bermunajat kepada Allah…, memohon ampun atas segala dosa-dosa kita yang demikian banyak, dan memanjatkan syukur atas semua karunia yang senantiasa tercurah kepada kita sepanjang hari, sepanjang waktu, mulai dari kita bangun tidur hingga kita tidur lagi, bahkan waktu tidur itu sendiripun merupakan karunia yang tidak terhingga dari Allah swt…..” Kata Ki Bijak lagi.

“Kedua, tahajud juga bermanfaat untuk merawat ketampanan atau kecantikan. "Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan/cantik di siang hari." (HR Ibnu Majah)”

“Masya Allah….., ternyata tahajud untuk memiliki manfaat bagi keindahan dan kesehatan ya ki….” Kata Maula.

“Ya Nak Mas…., kalau Nak Mas atau siapapun santri dan santriwati ingin tampil menawan, berwibawa, wajahnya memancarkan cahaya, tak perlu mahal-mahal kesalon kecantikan, cukup dengan menjaga wudhu untuk pembersihan dan kecantikan lahiriah, dan tahajud untuk memunculkan inner beauty yang bersumber dari dalam hati dan jiwa yang senantiasa berserah diri pada rabbnya…” Kata Ki Bijak.

“Ketiga, tahajud juga memiliki fungsi meningkatkan produktivitas kerja. "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: `Malam masih panjang, maka tidurlah.' Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu, maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat, maka terlepas semua ikatannya.da akhirnya, dia akan menjadi segar dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas." (HR Bukhari).

“Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. "Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang lakilaki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah SWT berfirman kepada para MalaikatNya, "Apa yang mendorong hambaKu melakukan ini?" Mereka menjawab, "Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu." Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan." (HR Ahmad).

“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )

“Nabi SAW bersabda lagi :“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Maula masih asyik menyimak berbagai hikmah dan kebaikan yang terkandung dalam perintah Tahajud, segala keistimewaan yang Allah tawarkan kepada meraka yang mau menerimanya;

“Masya Allah, banyak sekali fadilah dan keutamaan tahajud ya ki….” Kata Maula.

“Akan jauh lebih banyak yang akan kita dapatkan ketika kita sudah mendawamkan tahajud sebagai amaliah kita yang utama selapas menjaga shalat fardhu Nak Mas…..;
“Aki sengaja tidak memaparkan semua keutamaan tahajud, agar Nak Mas menjadi penasaran untuk membuktikannya sendiri, sekedar apa yang Aki rasakan bahwa ketika Aki tahajud, maka sepanjang hari yang Aki lalui, Aki merasakan kemudahan, kedamaian, ketentraman dan rasa aman, yang insha Allah merupakan bukti shahih dari apa yang baginda Rasul sabdakan dalam hadits-haditsnya….” Kata Ki Bijak.

“Iya Ki…., jangka panjangnya tentu untuk mendapatkan tempat terpuji yang Allah janjikan ya ki, tapi ‘hadiah langsung’ dari tahajud bisa kita rasakan keesokan harinya ya ki….” Kata Maula.

“Insha Allah Nak Mas…., luruskan niat kita semata mengharap ridha Allah swt, insha Allah segala fadilah, baik yang tersurat dalam al qur’an dan hadits, atau pun yang Allah berikan secara langsung kepada siapa yang dikehendakinya, insha Allah dapat kita nikmati….” Kata Ki Bijak lagi.

“Terima kasih ki…,semoga ini menjadi sebuah solusi bagi ana, bagi santri dan santriwati disini, yang kadang mencari-cari jawaban atas berbagai persoalan yang ada…., dan hari ini, insha Allah, ana semakin yakin bahwa Allah telah membukakan pintu dan jawaban atas segala yang ana cari, yaitu tahajud….” Kata Maula.

“Satu jawaban untuk serangkaian persoalan,bukankah itu sebuah kemudahan Nak Mas…?’ Kadang kita yang sok tahu, sok pintar, mencari jawaban kesana kemari, padahal seribu empat ratus tahun lalu, jawaban itu sudah Allah berikan kepada kita…..: kalau ada orang islam yang masih bingung mencari-cari kemana dan bagaimana mengatasi problematika hidup, sangat mungkin orang itu tidak pernah baca al qur’an…., atau kalaupun baca, dia belum tahu artinya, atau kalau tahu arti harfiahnya, ia belum memahaminya dengan baik….; maha suci Allah yang telah menjadikan Al qur’an ini sebagai petunjuk, sebagai rahmat, sebagai obat, sebagai cahaya yang akan menuntun kita kearah yang diridhainya….”

“Baca dan pahami al qur;an….”

“Laksanakakan apa yang diperintahkan…”

“Jauhi apa yang dilarangnya…..”

“Selebihnya bertanya dan bergaul dengan para ulama, agar kita lebih paham dengan apa yang kita baca dan kita pelajari…., simple dan sederhana bukan..?” Kata Ki Bijak.

“Insha Allah ki…., mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan dan kemampuan untuk dapat menikmati indahnya tahajud ya ki…” Kata Maula.

“Laa haula walaa quwaata ilabillahil’aliyyil adhiem……, insha Allah Nak Mas, mari kita berazam, semoga mulai hari ini dan seterusnya, tidak ada lagi malam yang terlewat tanpa tahajud…..” Kata Ki Bijak.

“Aamiin…..” Pungkas Maula.

Wassalam;

07 May 2012