Tuesday, May 22, 2007

SESUDAH KESULITAN ITU ADA KEMUDAHAN


5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.



Setiap kali membaca dua ayat diatas, penulis selalu teringat dengan sebuah nasehat bijak seorang guru fisika di Sekolah Menengah Pertama dulu, beliau, Pak Dede Karya, kala itu bertutur bahwa;

“Jangan takut menghadapi tanjakan yang menghadang didepanmu, karena setinggi apapun tanjakan yang akan kamu lalui, dibalik tanjakan sana pasti ada jalan menurun”.


“Setinggi-tingginya gunung, pasti ada dibaliknya ada turunan, tidak akan selamanya jalanan digunung itu naik, suatu ketika pasti akan turun”.

Dua buah tutur bijak yang ketika pertama disampaikan dulu, seperti tak memberi kesan apapun, baru setelah sekian lama berselang, nasehat itu benar adanya.

Bukan hanya jalan atau gunung yang memiliki dua sisi yang berlawanan, dalam kehidupan kita pun sudah merupakan sebuah sunatullah bahwa segala sesuatunya berpasang-pasangan.

Ada siang, ada malam, Ada panas, ada hujan,Ada matahari dan rembulan,Ada lelaki dan ada perempuan, dan masih banyak hal yang dengan mudah kita temukan untuk menggambarkan betapa sempurnanya Allah menciptakan alam ini penuh keserasian dan keseimbangan.

Pun demikian halnya dengan gerak dan laju kehidupan kita, pasti ada riak gelombang yang mewarnainya, pasti ada suka dan duka yang menyertainya, pasti ada tangis dan tawa yang bergantian menyelinginya, karena dengan itulah Allah hendak menguji kita siapa yang terbaik diantara kita dalam menghadapi dan menyikapi skenario Allah yang Maha Sempurna ini.

“Demikianlah hidup” Kata Abah

“Hidup artinya berubah, hari ini mungkin kamu kaya, besok lusa, mungkin kamu akan menjadi orang yang miskin papa”

“Hari ini kita bisa tertawa terbahak-bahak, mungkin besok kita akan menangis tersedu-sedu”

“Hari ini kita bahagia, boleh jadi besok kita menderita, hidup ibarat perputaran roda, kadang diatas, sehingga kita laksana berada diatas awan, tapi suatu ketika pasti kita berada dibawah, serasa kita diinjak-injak tak bisa melawan, karena memang demikianlah kehidupan” Kata Abah lagi, memberikan nasehat kepada penulis.

“Pernah lihat indikator jantung dirumah sakit?” Tanya Teteh yang bekerja sebagai seorang perawat disebuah rumah sakit diJakarta.

Penulis mengangguk tanda mengerti, bahwa indikator jantung yang bergerak turun naik menandakan pasien yang dirawat masih “hidup”, seperti terlihat dari indikator jantungnya.

“Begitulah, orang hidup harus mengalami naik-turun, pasang surut, seperti gelombang pergerakan jantung itu” Kata Teteh lagi.

“Kalau indikator jantung itu rata, artinya sang pasien telah meninggal, pun dengan kita, kalau kita tidak lagi mengalami atau merasakan turun naiknya laju kehidupan kita, boleh jadi kita juga telah “mati”, Kata Teteh lagi.

“Senang atau susah, sedih atau gembira, kaya atau tak berpunya, bukanlah sesuatu yang perlu dirisaukan, karena itu hanya sebentuk ujian dari Allah, yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita menyikapi semuanya dengan sikap terbaik dari kita” Kata Abah.

“Maksud Abah?” Tanya penulis.

“Sabar dan Syukur, itulah dua sikap terbaik yang harus senantiasa kita kedepankan dalam menghadapi apapun dalam kehidupan kita
” Kata Abah.

“Bersabarlah menghadapi apa yang sedang kamu alami sekarang, aaaah, itu mah sepele, masak anak Abah harus “kalah” hanya karena hal itu?” Kata Abah mencoba membesarkan hati penulis.

“Ya Abah, saya sering dimintai pendapat oleh teman mengenai apa yang mereka alami, alhamdulillah, mereka mau mengerti pendapat saya bahwa “sesudah kesulitan itu ada kemudahan”, tapi rasanya berat sekali ketika saya mengalaminya sendiri” Kata penulis.

“Apalagi kamu sudah tahu ayat-ayatnya, mestinya kamu harus lebih bisa mengerti dan memahami bahwa apa yang sedang kamu rasakan adalah sebuah ujian apakah kamu hanya sekedar bisa berbicara kepada orang lain atau kamu sudah benar-benar paham makna ayat itu” Kata Abah lagi.

“Sudah jangan terlalu dipikirkan, jalani saja semuanya dengan ikhlas, insya Allah kamu bisa”
Kata Abah menenangkan penulis.

“Coba ingat-ingat berapa lama kamu sudah bekerja dengan penghasilan yang besar? Tanya Abah

“Kemudian bandingkan dengan keadaan sekarang, baru berapa hari....., lebih banyak dan lebih lama nikmat yang kamu rasakan kan?“ Kata si Abah lagi.

Penulis mengangguk, menyadari kebenaran ucapan si Abah

“Jangan sampai ujian yang beberapa hari ini saja akan menghapus syukur kita atas nikmat Allah selama ini, itu sebuah kesalahan besar, perbanyak istighfar, mudah-mudahan Allah mau memaafkan dan memberi jalan keluar kepada kamu....” Kata Abah.

“Sesudah kesulitan itu ada kemudahan”, dua kali Allah mengulang kalimat ini dalam satu surat untuk memberi penegasan kepada kita bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan kita selama kita masih meyakini dan beriman pada kebenaran kalamullah tadi, dan dengan berlaku sabar terhadap ujian-Nya dan menggantungkan asa dan harapan kita kepada Allah swt semata.

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al Baqarah:45)

153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(Al Baqarah:153)

[99] ada pula yang mengartikan: Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.

Sabar, sekali lagi merupakan sarana dari Allah bagi kita untuk menggapai ridha-Nya.

Kemudian berbaik sangkalah kepada Allah;

19. Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa[278] dan janganlah kamu menyusahkan mereka Karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang Telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata[279]. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.


Sabar, Syukur, Ikhlas dan Husnudhan, merupakan kata kunci yang insya Allah akan mengantar kita untuk mencapai ridha-Nya, amiin.

Wassalam

May 22, 2007

2 comments:

  1. bismillahirahmanirahim,, apa bukan "bersama kesulitan ada kemudahan"? yang pernah saya dengar,, Allah Membersamai kita ketika kita kesulitan,, bukan setelah kesulitan itu,,,afwan,,

    ReplyDelete
  2. Dear Allania, antum benar.., "Maka bersama kesulitan ada kemudahan', syukron atas koreksinya.

    Wassalam

    ReplyDelete