Monday, January 14, 2008

HIJRAH BATHIN

“Hijrah bathin Nak Mas...........” Jawab Ki Bijak menjawab pertanyaan Maula mengenai aktualisasi hijrah pada masa kini.

“Hijrah bathin ki.............?” Tanya Maula memastikan.

“Benar Nak Mas, Nabi bersabda tidak ada lagi hijrah fisik setelah futhul mekah, jadi aktualisasi hijrah bagi kita sekarang ini adalah bagaimana kita berhijrah secara bathin, berhijrah dalam arti kita berpindah dari sifat-sifat jahiliyah kita kepada sifat-sifat terpuji dan diridhai Allah swt, berhijrah mina dhulumati ila nuur, hijrah dari jalan gelap kejalan yang terang benderang dengan cahaya kebenaran dari Allah ................” Kata Ki Bijak.

“Dalam diri kita ada sifat-sifat jahiliyah ki..............?” Tanya Maula.

“Ya Nak Mas, dalam diri kita terdapat sifat-sifat jahiliyah, sifat-sifat kebodohan yang harus segera kita tinggalkan .............” Kata Ki Bijak.

“Ki, bukankah zaman sekarang ini telah banyak orang yang berpendidikan tinggi dan bahkan memiliki banyak ijazah dan sertifikat keahlian ki, bahkan ada banyak orang yang gelar akademiknya sampai lebih dari dua.........................? Tanya Maula heran.

“Jahiliyah atau kebodohan dalam definisi agama bukan semata orang yang tidak bisa baca tulis atau orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi, ciri utama orang jahiliyah adalah mereka yang tidak mengenal siapa penciptanya, orang yang tidak mengenal siapa tuhannya, sehingga mereka berani dan tanpa rasa malu melakukan kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah yang telah memberinya kehidupan..................” Kata Ki Bijak.

“Ciri utama orang jahiliyah adalah mereka yang tidak mengenal Allah ki...............?” Tanya Maula.

“Benar Nak Mas, orang jahiliyah adalah mereka yang menyembah berhala, orang jahiliyah adalah mereka yang mengagungkan materi dan benda, orang jahiliyah adalah mereka yang tanpa malu melakukan kemunkaran dan bermaksiat kepada Allah dengan terang-terangan............” Kata Ki Bijak.

“Ana masih belum paham ki..............” Kata Maula.

“Nak Mas perhatikan disekeliling kita dizaman sekarang ini, banyak sekali diantara kita yang menyembah berhala-berhala modern, menyembah harta, menyembah pangkat dan jabatan, menyembah tahta dan wanita, sehingga mereka sama sekali tidak lagi ingat bahwa Allah-lah yang telah memberinya kehidupan, mereka tidak lagi ingat bahwa Allah-lah yang senantiasa memberinya rezeki kepadanya siang malam, mereka menjadi hamba-hamba dunia, mereka menjadi budak-budak nafsu,dan itu adalah ciri-ciri jahiliyah Nak Mas............” kata Maula.

“Iya ki, Aki benar, apa yang pernah ana baca dibuku-buku mengenai kejahiliyahan dizaman Nabi dulu, hampir semuanya nampak dizaman kita sekarang, hanya versinya saja sedikit berbeda..............” Kata Maula.

“Ya Nak Mas, kalau Nak Mas pernah baca bahwa dijaman jahiliyah dulu anak-anak perempuan dibunuh atau dikubur hidup-hidup, sekarang bahkan lebih keji lagi, bayi yang masih dalam kandungan pun dibunuh, digugurkan.........”

“Kalau dulu orang-orang bangga dengan kesukuan, pangkat dan jabata, dizaman sekarang pun sedemikian banyak orang yang rela menjual akidah dan agamanya demi pangkat dan jabatan yang diagungkannya.............”

“Kalau dulu mereka tidak mau mengakui kerasulan Nabi Muhammad, dizaman kita sekarang ini pun bermunculan individu-individu yang mengaku nabi baru dan banyak menyesatkan banyak orang...............”

“Kalau dulu dizaman jahiliyah, orang-orang kafir tidak mau mengakui Al qur’an sebagai firman Allah, dizaman kita sekarang ini pun sedemikian banyak orang yang bahkan untuk membacanya pun enggan, al qur’an tidak lebih hanya sebagai pajangan...............”

“Dan masih banyak lagi ciri-ciri jahiliyah yang sudah tampak nyata didepan kita, orang lebih percaya pada ramalan daripada kebenaran Al qu’ran dan hadits nabinya, kuburan dipuja, orang gila ditanyai, tontonan dijadikan tuntunan, sementara tuntunan yang harusnya diturut dan ditiru, tidak lebih hanya dijadikan tontonan, kalau pergi kepengajian, pilih-pilih dai-nya siapa, dan bukan apa yang disampaikannya..............”

“Dan yang paling memprihatinkan bagi Aki sekarang ini adalah timbulnya sebuah gejala dimana orang-orang mempertanyakan eksistensi tuhan, banyak orang yang mempertanyakan benar tidaknya Allah yang menciptakan alam semesta ini, banyak orang yang meragukan apakah Allah itu ada atau hanya sebatas dongeng belaka, naudzubilah........”,

“jika ini dibiarkan terus berlarut, niscaya kita akan terjerembab pada jurang kejahiliyahan yang paling dalam, karena orang jahiliyah dizaman rasul sekalipun masih mengakui Allah sebagai pencipta langit dan bumi, sementara sebagian kita sekarang ini justru meragukannya......................” kata Ki Bijak seperti ingin mengeluarkan unek-uneknya.

“Iya ki, ana beberapa waktu lalu juga mendengar seorang teman mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa hubungan mereka dengan Allah adalah sebatas Allah yang melahirkan mereka, setelah itu mereka tidak mau lagi mengakui bahwa Allah-lah yang mengatur dan menguasai kehidupan mereka.............” Kata Maula.

“Ya, sebuah degradasi akidah dan iman memang tengah melanda sebagian kita Nak Mas, untuk itulah kita harus segera hijrah untuk menata kembali tatanan akidah dan iman kita agar tidak terkontaminasi dengan apa yang sekarang tengah melanda, untuk kemudian kita berupaya mengajak dan memperbaiki kerusakan yang sedang terjadi semampu kita dan dengan berserah diri kepada Allah swt...................” Kata Ki Bijak.

“Ki, bagaimana cara hijrah bathin kita ki..............?” Tanya Maula.

“Dengan jihad Nak Mas, bismillah, mari kita niatkan dengan sungguh-sungguh untuk berhijrah dari kemusyrikan menuju cahaya tauhid yang terang benderang, kemudian kitapun harus berjihad dan bersungguh-sungguh menghancurkan berhala-hala dibathin dan hati kita, dengan cara meninggalkan kecintaan kita pada dunia dan materi secara membabi buta, yang selama ini menjadi hijab kita dengan Allah.......” Kata Ki Bijak.

“Cinta Dunia yang berlebih menjadi hijab kita dengan Allah ki............?” Tanya Maula.

“Benar Nak Mas, cinta dunia yang membabi buta merupakan hijab kita dengan Allah, bahkan seorang sahabat mengatakan ‘hubbu dunya khoti’ati kulli sayyi’ah’ kecintaan pada dunia yang berlebih adalah pangkal dari segala kejelekan............” Kata Ki Bijak.

“Coba Nak Mas renungkan kenapa ada orang yang harus mengotori tangannya dengan darah demi kekuasaan, kemudian ada lagi orang yang rela menghisap darah saudaranya demi uang, ada orang yang menjadi gelap mata karena ingin jabatan, semuanya diakibatkan cara pandang mereka terhadap dunia ini yang salah, sehingga mereka mencintai dunia seolah mereka tidak akan meninggalkanya...............”Kata Ki Bijak.

“Iya Ki.................., banyak sekali orang seperti itu ya ki..............” Kata Maula.

“Lalu kita pun harus berjihad dan bersungguh-sungguh memerangi kebodohan dalam bathin kita yang belum mengenal Allah, berhijrahlah, kenali Allah agar kita tidak lagi tersesat dan disesatkan oleh siapapun atau oleh apapun yang mengaku sebagai tuhan.............” Kata Ki Bijak.

“Insha Allah ketika kita sudah mengenal Allah sebagai satu-satunya tuhan dan Rabb kita, kita tidak akan lagi terjebak untuk mentuhankan mobil mewah kita, kita tidak akan terjebak untuk mentuhankan pangkat dan jabatan kita, kita tidak akan tertipu dengan setan yang menyamar dewa penyelamat kita dengan menjadi orang pintar, dengan menjadi peramal dan sebagainya............”sambung Ki Bijak.

“Dan hijrah yang tak kalah penting untuk kita laksanakan dengan segera adalah berhijrah dari kesombongan menuju sifat tawadlu, berhijrah dari sifat malas dan menunda amal ibadah menjadi orang-orang yang bersegera menunaikan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan...................” Kata Ki Bijak lagi.

“Hijrah bathin adalah hijrah dari kemusyrikan menuju cahaya tauhid yang terang benderang, hijrah bathin adalah hijrah dari kebodohan menuju kearifan dan keimanan kepada Allah, hijrah bathin adalah hijrah dari penghamba dunia menjadi hamba Allah, hijrah bathin adalah hijrah dari kesombongan menuju kerendahan hati dan tawadlu, hijrah bathin adalah hijrah dari kemalasan menuju sifat rajin dalam beribadah dan menghamba kepada Allah, begitu ya ki....................” kata Maula mengulang apa yang baru diterima dari gurunya.

“Benar Nak Mas, itu yang harus kita lakukan segera, mumpung sekarang momentumnya tepat, mari kita jadikan tahun 1429H menjadi tahun terbaik bagi pengabdian kita kepada Allah swt sebagai bekal kita berpulang kelak...................” Kata Ki Bijak.

“Iya ki.................” kata Maula sambil memanjatkan doa; agar dihijrahkan dan ditempatkan ditempat terbaik menurut Allah swt;

29. Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah Aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat." (Al Mu’minun)

Wassalam

January 10, 2008

No comments:

Post a Comment