Friday, October 9, 2009

PAH…., KENAPA KUCING NGGAK SHALAT…?

“Kenapa Nak Mas…..?’ Tanya Ki Bijak melihat Maula yang tengah senyum-senyum sendiri.

“Oooh ini Ki, ana sedang teringat pertanyaan Ade kemarin sore….” Kata Maula.

“Pertanyaan apa Nak Mas….?” Tanya Ki Bijak.

“Kemarin sora Ade ikut ana ke Masjid Ki, ditengah perjalanan, ada seekor kucing hitam, spontan Ade bertanya pada ana, “Pah kucing itu sedang apa….’, ana pun menjawab secara spontan juga ‘kucing itu sedang main De…” Kata Maula.

“Lalu…?” Tanya Ki Bijak yang belum menemukan arah pembicaraan Maula.

“Lalu Ade mengejar ana dengan pertanyaan lanjutan ‘ Pah kenapa kucing itu sore-sore masih main…, kenapa kucing itu tidak shalat pah…’…, dan ana masih menjawab dengan ringan…’ yaah namanya juga kucing De, kucing ya memang nggak shalat…..’, jawab ana ketika itu…..” Kata Maula lagi.

“Dan yang membuat ana terkejut adalah ucapan Ade selanjutnya Ki…..” Kata Maula lagi.

“Ucapan apa itu Nak Mas…?” Tanya Ki Bijak.

“Pah.., kalau orang tidak shalat seperti kucing ya pah….’, ana terkejut sekali dengan ucapan kritis itu, “kalau ada orang yang tidak shalat, seperti kucing?”, dan ana hanya bisa menjawab, ‘makanya Ade harus shalat, biar nggak kayak kucing……” Kata Maula.

Ki Bijak tersenyum; “Subhanallah, anak yang cerdas, semoga putra Nak Mas bisa menjadi anak yang shaleh dikemudian hari….” Kata Ki Bijak setelah mengerti kenapa Maula seperti tersenyum –senyum sendiri tadi.

“Amiin…., tapi Ki, ana juga jadi bertanya, kenapa kucing dan mahluk lain selain manusia tidak dibebani kewajiban shalat dan syari’at lainnya ya ki…..?” Tanya Maula.

Ki Bijak kembali tersenyum, “Nak Mas perhatikan ayat ini;

44. Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Al Israa:44)

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka’, artinya semua mahluk, termasuk juga kucing, kambing, burung, semut, bebatuan, air, rerumputan bahkan udara, langit dan bumi, semua bertasbih dan memuji kepada Allah, hanya kita yang tidak mengerti seperti apa tasbih mereka seperti tertera dalam ayat ini…..”

“Sementara shalat yang kita lakukan, secara sederhana juga berisi tasbih kita kepada Allah, dalam ruku’ kita membaca tasbih, ketika sujudpun kita membaca tasbih, selain tentunya bacaan-bacaan lain, jadi dalam hemat Aki, kita.., sebagai manusia, memiliki ‘kesamaan’ kewajiban dengan mahluk Allah lainnya, tentu dengan porsi yang berbeda-beda menurut kehendak Allah, hanya bentuk dzahir dari tasbihnya saja yang berbeda-beda, sebagaimana Allah juga menerangkan bahwa setiap umat diberikan ketetapan syari’at yang berbeda; Dan Nak Mas perhatikan ayat ini…” Ki Bijak memberi penjelasan kepada Maula sambil mengutip beberapa ayat al qur’an


67. Bagi tiap-tiap umat Telah kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, Maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) Ini dan Serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (Al Hajj:67)


38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab[472], Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.(Al An’am)

[472] sebahagian Mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu Telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

“Seperti juga beberapa bagian dalam bacaan iftitah shalat kita’ inna shalati wanusuki wama yahya wamammati lillahirabbil’alamiin, laa syarikallahuwa bidzalika umirtu wa anna minal muslimin….’adalah ucapaan atau ungkapan Nabi Ibrahim As, tapi kita tidak tahu dalam posisi dan kondisi seperti apa Nabi Ibrahim mengucapkan kalimat-kalimat itu, mungkin tidak sedang berdiri seperti shalat kita sekarang ini…”

“Pun dengan shaumnya Nabi Daud, berbeda secara syari’at lahiriah, tapi secara hakekat sama, menjalankan pengabdiannya kepada Allah sebagai mahluk…..”Tambah Ki Bijak.

Maula dengan segera memperhatikan ayat-ayat yang ditunjukan gurunya; “Jadi jawaban ana kepada Ade kemarin bahwa kucing tidak shalat (baca: tidak bertasbih), salah ya ki, karena semua mahluk Allah ternayta bertasbih memuji kepada_Nya….” Kata Maula.

Ki Bijak tersenyum; “Jawaban Nak Mas tidak salah, dan memang itu jawaban yang menurut Aki tepat untuk anak seusia Ade, dan kalau kita tidak melihat kucing dan mahluk lain ‘shalatnya tidak seperti kita’ karena secara fitrah manusia berbeda dengan mereka, manusia dibekali oleh Allah dengan Akal, sementara mahluk lain tidak…., yang justru menjadi pertanyaan adalah kalau masih ada manusia yang tidak shalat, sementara dia telah dikarunia Allah dengan akal sebagai sarana pengabdiannya kepada Allah, ini yang sangat mengherankan……” Kata Ki Bijak.

“Iya ya ki, mungkin kalau dalam bahasa Ade, kalau mahluk yang tidak berakal saja shalat (bertasbih) kepada Allah, kenapa manusia yang berakal justru tidak mau shalat….” Kata Maula.

Ki Bijak tersenyum mendengar Maula menggunakan bahasa anaknya “Coba suatu waktu Nak Mas tanya dengan santun, kepada orang atau rekan yang belum shalat, alas an kenapa mereka tidak shalat, insya Allah mereka akan kesulitan menjawabnya….,oh ya Nak Mas, kemana cucu Aki..? Nak Mas tidak ajak Ade kesini..? Aki kangen sekali ingin ketemu….?’ Kata Ki Bijak.

“Ade dan Dinda sedang sakit Ki, kena cacar, jadi ana tidak ajak kemari, insya Allah lain waktu….” Kata Maula.

“Masya Allah…, semoga lekas sembuh ya Nak Mas….” Kata Ki Bijak dengan nada prihatin

“Iya ki, mohon doanya untuk kesembuhan Ade dan Dinda….” Kata Maula.

“Tentu Nak Mas, tanpa Nak Mas mintapun, Aki selalu berdoa untuk Nak Mas sekeluarga, semoga Nak Mas dan keluarga selalu sehat,berkecukupan dan senantiasa dalam lindungan dan ridha Allah swt…..” Jawab Ki Bijak.

“Terima kasih ki….” Kata Maula sambil pamitan.

Wassalam

October 09,2009

1 comment: