Monday, October 8, 2007

KESEMPATAN TERAKHIR

“Ki, Ramadhan tinggal tersisa tiga hari lagi ya ki...................” Kata Maula disela-sela buka shaum.

“Benar Nak Mas, rasanya baru kemarin kita berbicara tentang 10 hari terakhir, tapi sekarang ternyata kita bahkan sudah berada di tiga hari terakhir bulan ramadhan, betapa cepat waktu berlalu..............” Kata Ki Bijak.

“Iya ki, rasanya baru kemarin kita memasuki bulan suci ini, tapi kini kita sudah berada dipenghujunya........” Kata Maula.

“Maka dari itu, betapa meruginya mereka yang menyia-nyiakan modal yang diberikan Allah kepadanya...........” Kata Ki Bijak.

“Waktu itu modal kita ya ki.........” Kata Maula.

“Benar, waktu adalah modal utama kita, karena dengan waktu itulah kita bisa beramal, dengan waktu kita bisa melaksanakan kewajiban kepada Allah, dengan waktu kita bisa menunaikan perintah-perintah-Nya, namun sayang, masih banyak sekali diantara kita yang membiarkan “harta paling berharganya” ditelan masa.......” Kata Ki Bijak.

“Siapa mereka yang membiarkan harta paling berharganya hilang ki.........” Kata Maula.

“Siapapun memiliki kemungkinan menjadi manusia paling rugi dengan menyia-nyiakan waktu, termasuk kita juga Nak Mas.....” Kata Ki Bijak.

“Termasuk kita Ki......” Tanya Maula.

“Ya, siapapun mereka, yang menghabiskan waktunya dengan berangan-angan kosong, berandai-andai dengan dzikiran umpamanya, misalnya, seandainya, kalau saja, adalah mereka yang menurut Aki kedalam kelompok orang yang merugi............” Kata Ki Bijak.

“Kenapa Ki.........” Tanya Maula.

“Waktu terus berjalan maju, bergerak kedepan, dan orang yang menghabiskan waktunya dengan berangan-angan seperti itu, akan tergilas perputaran roda zaman, karena tidak ada seorangpun yang mampu menghindari perputaran waktu.....” Kata Ki Bijak.

“Seperti Aki pernah baca dalam buku-buku managemen waktu komtemporer yang dikarang oleh para penulis barat, perbedaan antara mereka yang berhasil dan mereka yang gagal hanya perbedaan cara mereka dalam memanfaatkan waktu, mereka yang berhasil adalah mereka yang memanfaatkan setiap detiknya untuk sesuatu yang berguna, sementara mereka yang gagal adalah mereka yang membiarkan waktunya tanpa arti dan tanpa makna, sangat tipis perbedaannya, tapi sangat besar pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya seseorang............” Kata Ki Bijak.

“Iya ki, ana juga pernah baca buku itu, tapi kenapa justru orang-orang barat itu yang menulisnya ya ki................” Kata Maula.

“Itu yang harus segera kita perbaiki, Nak Mas, karena jauh sebelum orang-orang barat itu menulis buku-buku managemen waktu seperti itu, Al qur’an telah memberi tahu kita tentang hal itu, tentang betapa pentinnya waktu,yang salah satu diantaranya adalah surat Al Ashr berikut ini

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

“Surat yang pendek memang, namun mengandung selaksa makna bagi mereka yang mau memperhatikannya, surat yang pendek memang, namun menyimpan seribu arti bagi mereka yang mau mentafakurinya............” Kata Ki Bijak.

“Bahkan lebih jauh, Allah senantiasa menentukan waktu-waktu bagi setiap amaliah yang akan kita lakukan, shalat lima waktu misalnya, mulai dari shubuh hingga isya telah ditentukan waktunya....”

“Shaum pun hanya diwajibkan selama ramadhan, ibadah haji hanya pada bulan Dzulhijah, dan bahkan zakatpun ditentukan kapan waktu dan nasabnya harta yang wajib dizakati, yang menurut Aki semuanya menyiratkan “keteraturan” dan keterikatan kita dengan waktu, karena sekali lagi, waktulah modal utama Allah berikan untuk kita.....” Kata Ki Bijak.

“Iya ya ki, surat diatas dengan jelas sekali menyatakan bahwa manusia benar-benar dalam kerugian, sekaligus memberikan “pengecualian” siapa saja yang tidak merugi dalam kehidupannya...........” Kata Maula.

“Ketika kita tidak tahu, maka kita akan rugi, ketika kita tahu kemudian tidak kita amalkan, itu juga kerugian, belum lagi ketika pengetahuan kita tidak kita sampaikan kepada orang lain, pasti kita lebih rugi, terlebih jika kita belum memiliki keikhlasan yang benar untuk menuntut ilmunya, mengamalkannya, atau mengajarkannya kepada orang lain, kita akan menderita kerugian yang sangat........” Kata Ki Bijak.

“Ketika kita miskin, kita rugi, ketika kita kaya, juga rugi, ketika kita bodoh, kita juga rugi, ketika kita pandai, kita juga rugi, kecuali mereka yang melandasi apa yang dilakukannya dengan keikhlasan dan kesabaran, insya Allah merekalah orang yang akan memperoleh keuntungan dari apa yang diusahakannya..........”Kata Ki Bijak.

“Bagaimana halnya kita memanfaatkan tiga hari terakhir ramadhan ini ki....” Tanya Maula.

“Jadikanlah ini kesempatan terakhir kita untuk mendapatkan ridha-Nya..........” Kata Ki Bijak.

“Tidakkah waktunya terlalu sedikit Ki.....” Kata Maula.

“Terlepas dari sedikit atau banyaknya waktu yang tersisa, yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita memanfaatkannya, karena boleh jadi waktu yang senggang justru menjadikan kita lalai karenanya..........” Kata Ki Bijak.

“Seperti bulan ramadhan ini, banyak sekali diantara kita yang terjebak dengan kata “nanti”, mau tarawihan, nanti saja, masjidnya masih penuh, akhirnya awal ramadhan, tarawihannya lewat....”.

“Setelah tiba dipertengahan, ketika masjid sudah tidak lagi sepenuh awal ramadhan, masih banyak yang bilang “nanti” saja diakhir ramadhan, sekalian menunggu lailatul qadr, dan kalau sekarang masih bilang “nanti”, lalu kapan lagi......?” Kata Ki Bijak.

“Iya ya ki, kalau bilang “nanti” terus, kapan mulainya...., sedangkan kita sendiri tidak pernah tahu sampai kapan waktu kita yang tersisa..........” Tambah Maula.

“Tidak ada waktu terbaik kecuali “saat ini” untuk melakukan kebajikan...., kita tidak bisa mengatakan nanti saja sedekahnya kalau sudah kaya, karena boleh jadi saat itu tidak akan pernah tiba, kita tidak boleh mengatakan nanti saja kemasjidnya kalau sudah tua, siapa yang menjamin usia kita sampai kepala lima, kita tidak bisa bilang nanti saja shaumnya kalau tidak sibuk, karena justru mereka yang menyepelekan perintah Allah, akan diberikan kesibukan yang luar biasa oleh Allah karena kelalaiannya........ , yang terbaik adalah saat ini, mumpung kita masih diberi waktu........”Kata Ki Bijak.

“Dari itu, gunakanlah waktu tiga hari (insya Allah), yang tersisa ini dengan lebih banyak dimasjid, bukan malah sibuk dimall atau dipasar......” Kata Ki Bijak.

“Iya, ki, insya Allah nanti malam kami akan i’tikaf disini ki....” Kata Maula.

“Syukurlah, semoga niat kalian diridhai oleh Allah swt, insya Allah Aki pun akan kesini nanti malam.............” Kata Ki Bijak sambil mencuci tangan bekas makan.

Sementara santri-santri lain juga melakukan hal yang sama, mereka bersiap untuk menyambut datangnya waktu isya dan tarawihan.

Wassalam

08 Oktober 2007.

No comments:

Post a Comment