Tuesday, April 17, 2007

SETAN ADA DIMANA-MANA

Jin menurut bahasa berarti: sesuatu yang tersembunyi dan halus. Sedangkan setan ialah: setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan. Dia dinamakan jin disebabkan tersembunyi-nya dari mata (pandangan). Jin diciptakan dari api yang sangat panas (Al Hijr: 28).

Setan ada dimana-mana, kata Pak Ustadz, setan seperti udara, ia akan menempati ruang kosong, seperti halnya angin menempati ruang kosong dalam perut kita, maka kita akan masuk angin karenanya.

Pun demikian halnya dengan setan, ia akan menempati ruang hati kita yang kosong karena kita lalai berdzikir kepada Allah swt.

Setan akan menempati ruang pikiran kita yang kosong, dengan meniupkan khalayan dan angan kosong, sehingga kita terjebak menjadi orang yang hanya pandai berandai-andai, tapi lupa melakukan kasab dan syari’at yang telah ditentukan.

Setan akan menempati rumah kita yang tak pernah dibacakan al qur’an didalamnya, sehingga rumah kita menyerupai kuburan yang sunyi senyap dari kalam ilahi.

Setan juga menempati ruang makan kita untuk mengintip mereka yang ketika makan atau minum tidak membaca do’a terlebih dahulu.

Setan juga menempati tempat tidur kita untuk ikut serta masuk kedalam selimut mereka yang ketika hendak beranjak tidur tidak membaca do’a dan lupa mohon perlindungan pada Allah Swt.

Setan juga menempati ruang kerja kita, untuk membelokan niat ibadah dalam kerja kita, dan membelokan niat kita untuk sekedar memperoleh penghasilan tanpa peduli halal atau haram.

Setan juga menempati layar monitor komputer kita, sehingga ketika kita membukanya, kita akan cenderung mencari gambar-gambar yang mengundang syahwat dan birahi serta bacaan yang vulgar tiada guna.

Setan juga mengiringi perjalanan pulang pergi kita kekantor, sehingga kita lalai berdo’a dan berdzikir sepanjang perjalanan, dan justru disibukan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Setan juga ada pada lisan kita, sehingga kita seringkali kita terjebak mengeluarkan kata-kata yang tidak patut, ngomel atau marah-marah tanpa sebab yang pasti, dan justru berat untuk membaca kalam ilahi.

Setan juga ada dimata kita, sehingga mata yang seharusnya digunakan untuk melihat ayat dan kebesaran Allah justru digunakan untuk melihat hal-hal yang diharamkan-Nya.

Setan juga ada pada tangan kita, sehingga berat sekali rasanya tangan ini mengulurkan bantuan dan sedekah pada sesama.

Setan juga ada pada kaki kita, sehingga kita seakan lumpuh tiada daya untuk menggerakanya untuk pergi kemasjid atau majelis taklim.

Setan juga ada pada harta kita, sehingga dengan harta itu kita menjadi lalai dan terjebak untuk berbangga diri karenanya, dan lupa terhadap siapa yang memberikan harta padanya.

Setan ada pada wajah kita, yang dengan ketampanan dan kecantikan kita, kita menjadi sombong karenanya.

Setan ada pada jabatan kita, karena dengan kekuasaan yang kita miliki dengan jabatan itu, setan menggoda kita untuk berlaku tidak sepantasnya.

Setan ada dimana-mana, setan senatiasa siap siaga menggelincirkan mereka yang tidak waspada, karena setan musuh yang nyata bagi kita.
Terlebih kalau kita mengacu pada definisi diatas bahwa setan ialah: setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan, rasanya kita tak perlu mendatangi tempat angker atau kuburan sambil membawa sesajen untuk melihat penampakan seperti dalam tayangan TV yang sangat konyol itu.

Kita bisa melihat setan ditengah hari bolong ketika kita pergi kemall, disana kita akan banyak menjumpai setan yang baik rupa dengan aurat yang terpajang dengan murah.

Kita bisa melihat setan digedung dewan, disana juga ada setan-setan yang bergentaayangan membuat undang-undang atas nama rakyat dan kebenaran, demi untuk memperkaya diri dan golongan.

Kita bisa menemukan setan pada instansi yang dengan senang hati menerima suap dan pelicin atas nama undang-undang dan peraturan.

Kita pun mungkin bisa menemukan setan dalam diri kita makala kita berlaku sombing dan ingkar serta membangkang terhadap perintah Allah.

Shalat ditinggalkan,zakat disepelekan, puasa pun bukan merupakan kewajiban, apalagi haji yang perlu banyak uang, saat itulah kita telah menjadi “setan” yang durhaka kepada perintah tuhan.
Kapan awal mula permusuhan manusia dengan setan?

11. Sesungguhnya kami Telah menciptakan kamu (Adam), lalu kami bentuk tubuhmu, Kemudian kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", Maka merekapun bersujud kecuali iblis. dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".

13. Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; Karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".

14. Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya[529] sampai waktu mereka dibangkitkan".

15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."

16. Iblis menjawab: "Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

18. Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".

[529] Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.

Ayat 11 ~ 18 surat Al A’raf diatas adalah awal mula permusuhan manusia (Adam) dengan setan.

Mari sejenak kita kembali perhatikan ayat-ayat diatas;

Bahwa manusia adalah mahluk Allah yang paling mulia diantara seluruh mahluk Allah, dan bahkan malaikat pun diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam (manusia). Sujud yang dimaksud disini adalah Tahiyatul Sujud – Sujud penghormatan, bukan sujud pengabdian seperti halnya kepada Allah.

Kemudian, apa yang menyebabkan iblis, (yang konon sebelum diusir dari surga bernama Azazil yang memiliki keistimewaan tersendiri disisi Allah), enggan dan tidak mau bersujud / memberi penghormatan kepada Adam adalah “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah", Iblis merasa lebih baik dari Adam, sehingga ia menjadi sombong dan akhirnya diusir dari Surga.

Sombong, merasa lebih baik, besar kepala, adigang-adigung, asa aing, angkuh, adalah sinomim kata yang semuanya memiliki kesamaan dengan sifat iblis laknatullah.

Sebagaimana Allah telah mengusir dan melaknat setan karena kesombongannya, Allah-pun demikan membenci manusia, termasuk kita yang mengedepankan sifat sombong ini.

Allah sangat cinta kepada mukmin yang hartawan lagi dermawan, tapi Allah sangat benci kepada mereka yang angkuh karena kekayaanya.

Allah sangat cinta kepada mukmin yang berilmu, tapi Allah sangat benci kepada mereka yang sombong karena ilmunya.

Allah sangat cinta kepada mukmin ahli ibadah, tapi Allah sangat benci kepada mereka yang ujub dan riya karena ibadahnya

Allah sangat cinta kepada mukmin yang kuat, tapi Allah sangat benci kepada mereka yang sombong karena pangkat dan jabatannya.

Kesombongan adalah awal kehancuran, baik itu kehancuran didunia, lebih lagi kehancuran diakhirat kelak.

Maka dari itu pelihara diri kita dari sifat sombong, karena kesombongan hanya akan melahirkan kehancuran dan kehinaan;

166. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina[581].(Al A’raf:166)
[581] sebagian ahli tafsir memandang bahwa Ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, Karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, Hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

35. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[1322]. amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (Al Mukmin:35)

[1322] maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

Dan balasan atas kesombongan adalah Neraka Jahanam;


76. (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong ".(Al A’raf;76)

Mari kita berlindung kepada Allah dari sikap sombong lagi membanggakan diri.
Wassalam

April 17, 2007

1 comment:

  1. alhamdulillah...insya alloh setelah menyimak pengantar diatas hati menjadi tenang karena selalu mengingat Alloh, SWT dan Iman menjadi mantap..amiin.

    ReplyDelete