Monday, February 19, 2007

Gapai Surga dengan 165

Surga, yang luasnya seluas bumi dan langit itu bisa digapai dengan 165?

“Pak Ustadz, apakah ibadah saya akan mengantar saya kesurga? Tanya seorang santri

“Insya Allah, jika ibadah yang engkau kerjakan itu sudah mencapai 165, maka insya Allah pula Allah Ridha kepadamu dan akan memasukanmu kedalam Jannahnya” Papar Pak Ustadz.

“Pak Ustadz, berapa ratus kali saya harus mendawamkan dzikir ini” Tanya santri itu lagi

“Cukup 165, Insya Allah Dzikirmu akan diterima disisi Allah Swt” Jawab pak Ustadz

Seratus enam puluh lima memang bukan bilangan yang terlalu banyak untuk kalangan ahli dzikir, apalagi untuk menggapai surga yang luasnya seluas bumi dan langit.

Tapi ini 165 (Satu Enam Lima), bukan seratus enam puluh lima, kenapa 165 bisa menjadi kunci pembuka pintu surga?

Masih ingat dengan hadits berikut, ketika malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah mengenai pokok-pokok agama;

"Ya Muhammad, apa itu Islam?" Rasulullah (s.a.w) pun menjawab,"ISLAM ialah mengucapkan tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad pesuruh Allah, menunaikan solat,membayar zakat,berpuasa sepanjang bulan Ramadhan dan menunaikan hajji ke Baitullah apabila berkemampuan." Pemuda itupun berkata,"Engkau telah berkata benar." Kami terperanjat dengan tingkah laku pemuda itu, dia yang menyoal dia juga yang membenarkan.

"Apa itu Iman?" Nabi Muhammad (s.a.w.) menjawab,"IMAN ialah percaya kepada Allah,percaya kepada Malaikat, percaya kepada kitab-kitab,percaya kepada para Nabi dan Rasul, percaya kepada Hari Kiamat dan percaya kepada Qadha dan Qadar (perkara baik dan buruk telah ditentukan oleh Allah)." Pemuda itu pun membalas,"Engkau telah berkata benar."

"Apa itu Ihsan?" Rasulullah (s.a.w) menjawab,"Ihsan ialah kamu menyembah Allah seperti kamu dapat melihatNya,walaupun kamu tidak dapat melihatNya,sesungguhnya DIA dapat melihat kamu."


Inilah yang dimaksud dengan 165 oleh pak Ustadz;

1 artinya Tauhid, yakni meng-Esa-kan Allah baik secara Rubbubiyah, Uluhiyah, Asma wa sifat
6 Rukun Iman
5 Rukun Islam

Ada sedikit penafsiran yang berbeda mengenai mana dulu dari ketiga hal pokok diatas, Apakah dengan melaksanakan 5 (Rukun Islam) dulu, baru kemudian kita akan bisa mencapai tingkatan 6 (Rukun Iman) sebelum sampai pada 1 (Tauhid/Ihsan).

Ada juga yang menafsirkan 6(Rukun Iman) sebagai landasan pokok bagi kesempurnaan yang 5 (Rukun Islam) yang akan bermuara pada 1 (Tauhid/Ihsan)

Ada juga yang berpendapat bahwa 1 (Ihsan/Tauhid) merupakan inti dari 6 (Rukun Iman) dan 5 (Rukun Islam), sehingga ada sebuah ungkapan yang dinisbatkan pada Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan “Saya tidak akan Shalat sebelum saya bisa melihat Allah” atau dengan kata lain “Saya tidak akan melaksanakan yang 5 sebelum saya memiliki 1 (Ihsan).

Terlepas dari perbedaan pendapat diatas, satu yang pasti bahwa ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lainnya.

Ketika kita bersyahadat, shalat, Zakat, puasa dan menunaikan ibadah haji tanpa dilandasi Keimanan, maka nilai ibadah kita masih dipertanyakan.

Ketika kita beriman kepada Allah, Kepada Malaikat, kepada Kitab-kitab-Nya, kepada Rasul-Nya, Kepada Hari Kiamat dan Qadha dan Qadhar-Nya, tanpa melakukan rukun Islam sebagai bentuk nyata dari keimanan kita, takutnya, kita termasuk golongan orang-orang munafik, Naudzubillah.

Ketika kita bertauhid dengan menyatakan dan mengakui bahwa Allah-lah penciptanya, pencipta langit dan bumi, tapi hanya sebatas pengakuan saja, tanpa melaksanakan perintahnya seperti dalam rukun Islam dan tidak mengakui Muhammad sebagai Rasul-Nya seperti dalam Rukun Iman dan justru membangkang terhadap perintah-Nya, bukankah Iblis juga mengakui Allah sebagai Tuhannya, “Kholaqtani min narr – Engkau (Allah) ciptakan aku (Iblis) dari Api yang panas”, tapi pembangkangannya itulah yang menjadikan iblis menjadi mahluk laknatullah sepanjang masa.

165 (Tauhid, Iman dan Islam) Insya Allah akan mengantar kita ke Surga yang luasnya seluas bumi dan langit.

Kalau ada yang berpendapat 651 atau 561, itu hanyalah cara dan pilihan kita untuk mencapai surganya Allah.


Selamat menjadi ahli Surga, Amiin

Wassalam

January 24, 2007

No comments:

Post a Comment